Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence)

Emosi adalah perasaan yang timbul akibat adanya stimulus – stimulus yang berasal dari luar tubuh yang membuat amydgala di dalam otak menjadi bereaksi secara cepat. Amydgala merupakan bagian dari otak yang merupakan komponen utama penghasil emosi.

Menurut Ekman dalam Dalgleish (2000), ada 6 macam yang termasuk emosi dasar, yaitu   marah,  takut, sedih, surpise,  dan disgust.

marketing-emotion12

Berikut ini merupakan definisi Kecerdasan Emosional menurut para ahli :

  • Steiner pada tahun 1997 menjelaskan kecerdasan emosional adalah suatu kemampuanyang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi.
  • Patton pada tahun 1998 mengemukakan kecerdasan emosinal sebagai kemampuan untuk mengetahui emosi secara efektif guna mencapai tujuan, dan membangun hubungan yang produktif dan dapat meraih keberhasilan.
  • Bar-On pada tahun 2000 menyebutkan kecerdasan emosinal adalah suatu rangkaian emosi, pengetahuan emosi dan kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi masalah tuntutan lingkungan secara efektif.
  • Menurut Goelman 2002 kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir.

Dari pendapat para ahli diatas dapat kita simpulkan Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan segala kepekaan rasa dalam dirinya maupun dalam lingkungan disekitarnya.

Kecerdasan emosional  mempunyai peranan penting dalam kehidupan seseorang. Kecerdasan emosi berkaitan dengan keputusan dan tindakan. Dalam mengambil suatu keputusan seseorang haruslah mempunyai kecerdasan emosional  yang baik.  Jadi, jika kecerdasan emosional  seseorang cukup baik maka keputusan dan tindakan orang tersebut akan baik pula.

Seseorang dikatakan telah mencapai kecerdasan emosional yang optimal adalah kBlog-130502-Kecerdasan-Emosional-Membantu-Sukses-Dalam-Pekerjaanetika  seseorang dapat mengendalikan segala perasaan dalam dirinya. Namun tidak semua orang memiliki EQ tinggi. Sebagian orang memiliki IQ yang lebih tinggi dari EQ.  Namun tingginya IQ tidak menjadi faktor terbesar untuk menentukan keberhasilan seseorang. Menurut Goelman keberhasilan seseorang dimasyarakat, 80 % dipengaruhi oleh Kecerdasan Emosional (EQ) sedangkan 20% lainnya dipengaruhi oleh Kecerdasan Intelektual (IQ).

 

GDanielGolemanoleman (2002:513-514) membagi kecerdasan emosional kedalam 5 (lima)   komponen  yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan  keterampilan sosial.

 

 

  • Kesadaran diri adalah mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat dan  menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri. Selain itu    kesadaran diri juga berarti menetapkan tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri  dan kepercayaan diri yang kuat.
  • Pengaturan diri adalah menguasai emosi diri sedemikian sehingga berdampak positif, kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya sesuatu sasaran dan mampu pulih kembali dari tekanan emosi.
  • Motivasi menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun seseorang menuju sasaran. Motivasi membantu seseorang mengambil inisiatif dan bertindak sangat efektif dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.
  • Empati adalah merasakan yang dirasakan orang lain, mampu memahami persepektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan berbagai macam orang.
  • Keterampilan sosial adalah dapat menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan keterampilan-keterampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin,  dan menyelesaikan perselisihan dan untuk bekerja sama dan bekerja dalam tim.

 

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21164/1/ruf-mei2006-2%20(5).pdf

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2011-2-01084-PS%20Bab2001.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196010151987101-ZULKIFLI_SIDIQ/KECERDASAN_EMOSI.pdf

http://e-journal.uajy.ac.id/2629/3/2EM16280.pdf

Goleman, Daniel. 2004. Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s